Thursday, November 24, 2011

Maunya kita Vs maunya Allah

“ Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki),dan di sisinyalah terdapat Ummul Kitab (lauh mahfuzh)” (QS: AR RAD 13:39).
Kita sering menyaksikan dan bahkan mengalami dalam kehidupan kita sehari hari peristiwa-peristiwa yang rumit dan sukar dipahami kejadiannya. Misalnya, Suatu saat kita hendak pergi ke tempat maksiat. Namun , karena kasih sayang dan kehendak Allah, Allah mengatur kita bertemu dengan beberapa teman baik yang akhirnya membujuk kita pergi ke tempat yang baik. Allah SWT menyelamatkan kita dari kemalangan (kamaksiatan) dan membimbing kita kepada hal-hal dan perbuatan baik. Di lain peristiwa, tidak sedikit pula Orang-orang seperti Kaum ’Ad dan Fir’aun yang dengan kemauannya yang keras, keji, sewenang wenang, dan penuh kekerasan dihancur leburkan dan dilenyapkan Allah karena Allah tidak menghendakinya. Demikian pula Orang-orang yang putus asa lalu mengambil keputusan (kemauan) untuk menyelesaikan masalah dengan jalan pintas, bunuh diri.

Sekarang coba kita renungkan apa yang terjadi pada diri kita. Kita memilih menggerakan kaki kita, berbicara atau berdiri menuju ke suatu tempat, menonton Televisi, atau berdoa kepada Allah adalah kemauan kita. Kita tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu karena kita (manusia) mempunyai Akal pikiran dan Kecakapan mental untuk membuat keputusan dan bertindak dengan bebas dan bertanggung jawab. Hanya orang gila yang tidak dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya. Binatang tidak memiliki ” kemauan ”, sehingga dia bertindak dibawah petunjuk Allah (”instink”). Misalnya Laba laba, tidak punya kemauan untuk merubah atau membuat sarang yang lebih kuat dan kokoh agar tidak mudah rusak. Kita bebas merubah pikiran kita sesuai dengan peristiwa dan kepentingan yang kita hadapi.

Kemauan adalah kekuatan dari dalam diri yang membantu kita untuk memilih atau memutuskan.
Kita memiliki kemauan dan Tuhan mencipta. Ibarat kita punya suatu Perencanaan bangunan tetapi kalau kita tidak mengambil keputusan (tidak ada kemauan) dan bertindak sesuai perencanaan itu maka, bangunan itu tidak akan pernah terwujud. Tidak ada kemauan maka Allah tidak menciptakan tindakan. Allah mempertimbangkan kemauan kita, dan kemudian menggunakannya untuk menciptakan perbuatan perbuatan kita berdasarkan pilihan dan keputusan yang kita buat melalui kemauan itu. Allah berfirman : ” Allahlah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat ” (QS.Ashshaffat 37:96).
Allah mempergunakan kemauan atau keinginan kita untuk membimbing kita ke arah yang kita pilih, sehingga kita bertanggung jawab atas tindakan tindakan kita. Misal, anak kita menangis minta keluar rumah tapi kita larang karena diluar hujan lebat yang bisa menyebabkan terserang Flu. Bila anak tersebut terkena flu, dapatkah dia menyalahkan kita atas flu yang dideritanya ?. Sungguh, mungkin kita akan menghukumnya atas permintaannya tersebut. Demikian pula kita memahami Kehendak Allah , Allah yang maha kuasa dan hakim yang paling adil tidak pernah memaksa hambanya untuk melakukan sesuatu, dan dengan demikian Allah telah membuat kehendaknya agak tergantung pada kemauan atau keinginan manusia.

Allah yang maha pengasih dan maha penyayang, melalui kitabnya Al Qur’an sebagai petunjuk dan Rasulnya sebagai pengingat atau penyeru telah mengingatkan kita semua. Allah berfirman : ” Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kejahatan dan kebaikan, sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya ” ( QS: ASY-SYAMS 91/8-10).
Kita akan memutuskan untuk memilih, jalan kejahatan atau jalan kebaikan sesuai kemauan (jiwa) kita. Jadi apabila keinginan atau kemauan (jiwa) kita tidak disterilkan dari hal hal yang kotor maka besar kemungkinan keputusan yang kita ambil menjadi kabur dan tidak tepat, bahkan dapat menghancurkan kita. Oleh karena itu kemauan kita harus selalu steril dari hal hal yang kotor (suci) agar bisa kita gunakan untuk memberi manfaat pada diri sendiri dengan berdoa dan beriman kepada Allah SWT agar memperkuat kecendrungan (kemauan) kita menuju kearah kebaikan, dan tobat serta mencari pengampunan Allah SWT.

No comments:

Post a Comment